5 Jenis Penyakit Kelinci Yang Harus Di Ketahui oleh Pemilihara

Penyakit kelinci - Beternak kelinci merupakan peluang usaha baru yang potensial. Kebutuhan akan daging kelinci yang nikmat dan sehat memang meningkat tiap tahunnya.

Potensi pasar ini banyak dibidik mereka yang jeli melihat peluang. Terlebih, menternakkan kelinci tidak membutuhkan keahlian khusus. Semuanya bisa dipelajari secara otodidak.

5 Jenis Penyakit Kelinci Yang Harus Di Ketahui oleh Pemilihara

Sayangnya, beberapa peternak kelinci hanya fokus pada bagaimana merawat dan mengawinkan kelinci. Padahal, banyak hal lain yang juga penting untuk dipelajari. Salah satunya adalah jenis-jenis penyakit kelinci yang sering menyerang dan menyebabkan kematian.

Entertitis Kompleks

Penyakit kelinci yang paling umum menyebabkan kematian adalah entertitis kompleks. Penyakit ini berhubungan erat dengan organ pencernaan. Penyakit yang sering juga dikenal dengan istilah kembung, bloat, atau mencret ini paling banyak ditemukan pada anak kelinci yang masih dalam fase menyusui.

Pemicu penyakit ini antara lain udara yang terlalu lembab dan basah, kelinci terlalu sering terkena angin malam dan lain-lain.

Sementara itu, untuk kembung, penyebabnya adalah parasit yang menyerang usus kelinci. Ciri-ciri penyakit ini adalah kelinci berbadan kurus, lesu, telinga tampak pucat, nafsu makan kurang, kotoran terlalu encer dan bau, mata cenderung sayu dan bulu terlihat sangat kusam. Penyakit ini bisa diatasi dengan memberi obat paramenthyl atau intertim oral/intertim LA.

Pneumonia

Penyakit lain yang sering menjangkiti kelinci adalah pneumonia. Penyakit ini berupa radang paru-paru yang disebabkan oleh kuman bernama pasteurella multocida. Gejala yang lazim terlihat seperti susah bernafas (ditandai dengan kelinci yang suka mengangkat kepalanya, telinga juga mata yang terlihat berwarna biru, kotoran yang cenderung encer, serta kondisi kelinci yang menurun drastis. Penyakit ini berbahaya namun bisa diatasi dengan pemberian suntikan penicillin, sulfa strong juga oxylin.

Kudis

Kelinci juga sering terserang penyakit kudis. Umumnya gejalanya berupa gatal-gatal di bagian telinga, hidung, kaki, kepala hingga seluruh tubuh. Penyakit kudis disebabkan oleh kutu bernama Sarcopies Scabie dengan ukuran 0,2 sampai 0,6 milimeter.

Kutu ini bertelur 40 sampai 50 butir. Kutu betina masuk ke dalam kulit kelinci, merusak lapisan kulit terluar dan menyebabkan gatal. Penyakit ini patut diwaspadai. Salah satu solusinya adalah dengan memotong bulu kelinci dimana ada luka koreng, kemudian bersihkan dengan air hangat dan oleskan krim beelrang atau Scabicid Cream. Setelahnya, penting pula untuk mensterilkan kandang kelinci untuk memangkas serangan kutu kembali lagi.

Sembelit

Penyakit kelinci yang satu ini disebabkan oleh pakan yang terlalu karing serta kelinci yang kurang minum. Gejala kelinci yang terkena sembelit antara lain tak bisa buang air besar, kelinci terlihat gelisah dan jarang buang air kecil. Solusi untuk penyakit ini cukup mudah, perbanyaklah pakan hijau kaya serat juga buah-buahan. Sekali-kali, lepaslah kelinci Anda agar bisa bergerak dan menghirup udara segar dengan bebas.

Cocidiosis

Penyakit ini juga kadang disebut berak darah. Penyebab penyakit ini adalah bakteri isospora bigemina yang menyerang usus atau hati kelinci.

Gejala kelinci yang terkena penyakit ini antara lain nafsu makan berkurang drastis, berat badan yang susut, perut yang terlihat membesar, kotoran bercampur darah atau lender putih dan lain-lain. Pengobatan terhadap penyakit ini bisa dilakukan dengan memberikan obatan dengan kandungan sulfa misalnya trisula, sulfa strong, eludron dan lain-lain.

Perhatikan Biang Penyakit Kelinci

Masih ada banyak penyakit lain yang sering menjangkiti kelinci, antara lain pilek, kangker telinga, young doe syndrome, abses, mastitis dan lain-lain. Jika ditelaah, penyakit tersebut muncul disebabkan oleh kandang yang kurang bersih juga pakan yang tak sehat. Kedua hal ini merupakan biang penyakit kelinci.

Oleh sebab itu, dengan memperhatikan kebersihan kandang juga komposisi pakan, secara tidak langsung Anda telah menghalau datangnya penyakit kelinci.

0 komentar