Ayo, Buat Perencanaan Keuangan Awal Tahun

Tahun 2019 harus lebih baik dari tahun 2018, terutama dalam hal keuangan. Hal ini pasti menjadi salah satu resolusi banyak orang di awal tahun. Perencanaan keuangan baik, hidup Anda pun tidak akan sulit.

Ayo, Buat Perencanaan Keuangan Awal Tahun

Menurut pakar keuangan, ada lima hal yang harus diperhatikan dalam membuat perencanaan keuangan di awal tahun, yaitu:

1. Evaluasi


Evaluasi kondisi keuangan Anda di tahun sebelumnya yang meliputi pemasukan, pengeluaran, hutang, juga kebiasaan-kebiasaan Anda yang menghabislkan banyak uang.

Misalnya, kebiasaan merokok. Merokok tidak hanya bisa membunuh Anda, tetapi juga bisa menguras tabungan Anda. Yang menggembirakan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh “The American Lung Association di Washington”, D.C., Amerika Serikat; para perokok menuliskan “ingin menabung” sebagai alasan

No. 1 Mereka berhenti merokok; kata Dr. Norman H. Edelman, chief medical officer.

2. Sumber Dana

Pastikan seberapa besar dana yang Anda miliki dengan melihat sumber penerimaan dana rutin Anda terima. Misalnya, gaji bulanan atau sumber dana lain yang kemungkinan akan Anda terima di tahun baru ini.

3. Buat Anggaran Rutin Bulanan

Dari sumber dana yang Anda miliki, buat terlebih dahulu anggaran rutin yang harus Anda keluarkan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari setiap bulannya.

Contohnya, berapa belanja untuk pangan, biaya pendidikan, biaya kesehatan bulanan (asuransi atau BPJS), biaya listrik/telepon, transportasi ke kantor, transport sekolah anak, hingga jalan-jalan atau makan di restoran pada akhir pekan.

Baca Juga : Ucapan selamat Tahun baru untuk harapan yang lebih baik

Jangan lupa untuk mencantumkan angka riil untuk dana-dana tersebut . Dengan  demikian, Anda terbantu untuk menyusun langkah perencanaan keuangan berikutnya.

4. Susun Keuangan Berjangka


Setelah didapatkan angka untuk anggaran rutin bulanan, Anda bisa mulai merencanakan budget keuangan berjangka, yaitu:

5. Jangka pendek

Keuangan jangka pendek adalah keuangan yang bisa/harus Anda lakukan dalam waktu 1 tahun ke depan. Contohnya, Anda ingin liburan ke luar negeri bersama keluarga di tahun 2019 ini.

Untuk itu, Anda harus tetapkan tempat liburan tersebut dan biaya yang harus Anda siapkan. Bila liburan akan dilaksanakan pada akhir Desember 2019, berarti Anda memiliki waktu 10 bulan untuk menabung sesuai dana yang dibutuhkan.

      1. Jangka menengah


Rencana keuangan jangka menengah adalah rencana keuangan yang harus Anda penuhi dalam waktu 2-5 tahun ke depan.

Contohnya, di tahun ajaran baru 2019 anak Anda akan masuk ke SMP atau SMA dan memerlukan uang pangkal untuk masuk ke sekolah pilihan.

Untuk itu, Anda memiliki waktu 16-18 bulan untuk menabung hingga terpenuhi dana yang dibutuhkan, termasuk bila uang pangkal sekolah itu mengalami kenaikan.

       2. Jangka panjang


Jangka panjang adalah rencana keuangan yang harus Anda capai dalam waktu sedikitnya 5 tahun. Contohnya, perencanaan dana untuk pensiun bila Anda memutuskan akan berhenti bekerja. Untuk itu, Anda harus rencanakan berapa dana yang harus Anda siapkan untuk pensiun, berapa banyak yang Anda harus investasikan sebelum pensiun, dan produk investasi yang akan Anda pilih.

6. Komitmen dan disiplin

Agar perencanaa keuangan berjalan baik, tentu saja Anda harus berkomitmen tinggi dan berdisiplin untuk melaksanakan apa yang telah Anda rencanakan itu. Tanpa komitmen dan disiplin, rencana keuangan yang telah Anda buat tidak akan berjalan dengan baik. (Foto: Shutterstock) 

0 komentar