Campak Vs Tampek? Apakah Sama?

Mengalami campak, merupakan salah satu penyakit yang memang sering dialami oleh anak dan tentunya membuat orang tua menjadi khawatir. campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan menyebabkan munculnya ruam pada kulit. Lalu samakah Campak Vs Tampek? Banyak orang yang belum mengetahuinya dan menganggapnya penyakit yang berbeda. sebenarnya campak dan tampek merupakan penyakit yang sama, hanya saja istilah campak adalah istilah yang sering digunakan orang Jawa dalam menyebut penyakit campak. Sehingga dapat disimpulkan jika campak atau tampek ini adalah penyakit yang sama.

Campak Vs Tampek Apakah Sama

Penyebab Campak

Penyakit ini disebabkan karena adanya infeksi dari virus Paramixovirus. Virus ini bisa hidup dan menyebar dengan media udara. Penularan campak juga bisa terjadi akibat menghirup percikan ludah yang berasal dari penderita campak, entah itu melalui mulut atau hidung. Dan kabar buruknya adalah virus ini bisa bertahan di permukaan hingga di waktu yang lama.

Sehingga saat si kecil menyentuh benda yang sudah terinfeksi virus tersebut, maka anak dapat tertular penyakit campak. Virus tersebut masuk ke dalam tubuh anak yang memiliki sistem daya tahan tubuh yang lemah. Perkembangan virus tersebut di dalam tubuh anak sekitar 2-4 hari sebelum munculnya ruamh kulit. Dan selain itu dibutuhkan waktu kurang lebih 4 hari agar memastikan apakah campak sudah benar-benar menghilang ketika ruam di kulit mulai menghilang. Konon, penyakit campak ini hanya bisa terjadi 1 kali seumur hidup.

Sehingga saat seseorang sudah pernah menderita campak, maka mereka tidak akan terkena lagi campak seumur hidupnya. Dan karena hal inilah tak jarang banyak orang tua yang tak paham dan malah menularkan campak dengan sengaja kepada anaknya dengan harapan anak tidak akan lagi terkena campak di masa yang akan datang. Tentunya pendapat seperti ini adalah salah besar.
Gejala Penyakit Campak

Gejala penyakti campak vs tampek bisa timbul dalam kurung waktu 7-14 hari setelah anak terinfeksi virus Paramixovirus. Gejala-gejala yang biasanya muncul antara lain adalah:

Demam
Sakit tenggorokan
Gejala batuk kering
Pilek
Mata memerah dan meradang
Nyeri otot
Rentan terhadap cahaya
Muncul bintik-bintik putih kecil di dalam lapisan pipi
Putih keabuan di bagian mulut dan tenggorokan
Muncul ruam kemerahan kecil-kecil yang sifatnya rapat dan merata di hampir seluruh tubuh

Pengobatan Campak

Sebenarnya, secara alami sistem kekebalan tubuh seseorang akan melawan infeksi dari virus capak ini. namun jika terjadi komplikasi ataupun infeksi campak malah semakin parah maka akan sangat dibutuhkan perawatan di rumah sakit. Untuk bisa membantu mempercepat penyembuhan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu, antara lain adalah:

• Minum air putih sebanyak mungkin, ini akan membantu mencegah dehidrasi
• Banyak istirahat
• Berikan anak makanan yang bergizi serta mudah dicerna yang dapat menunjang daya tahan tubuhnya. Akan lebih baik jika memberikan makanan dengan porsi kecil namun seiring  agar dapat membantu mencegah munculnya komplikasi yang bisa terjadi
• Usahakan agar tidak membawa anak keluar dari rumah. Selain menurunkan resiko penularan kepada anak-anak lainnya, ini juga akan menjaga kebersihan tubuh anak
• Hindari paparan sinar matahari, apalagi jika mata masih sensitive dengan cahaya. Selain itu saat di dalam rumah, penting untuk memberikan peneranganyang tak terlalu silau di dalam ruang tidur anak
• Minum obat yang dapat menurunkan demam dan meredakan rasa sakit. Namun jangan berikan aspirin saat usia anak kurangd ari 16 tahun
• Segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan pengobatan yang tepat, sehingga kondisinya tidak semakin parah

Pencegahan Campak

Selain diobati, campak ternyata juga bisa dicegah. Dan ini bisa dilakukan para orang tua untuk mencegah anak terserang penyakit campak. Yaitu dengan melakukan vaksin MMR, dimana vaksin ini merupakan gabungan untuk penyakit campak, campak jerman, dan gondongan. Vaksin MMR ini bisa diberikan 2 kali, pertama saat anak sudah menginjak usia 13 bulan dan berikutnya bisa diberikan saat anak berusia 5-6 tahun.

Sebelum melakukan imunisasi, akan lebih baik untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter anak. Untuk ibu hamil, campak mungkin menjadi penyakit yang tidak terlalu berhahaya namun bisa membahayakan kesehatan janin di dalam kandungan. Sehingga bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan dalam kurun waktu dekat, pastikan jika anda sudah mendapatkan vaksin ini.

Baca juga : 10 jenis buah dan sayuran penggempur diabetes

Selain itu, mengingat penyakit campak merupakan penyakit yang mudah menular. Maka penting bagi anda sebagai orang tua untuk tidak mendekatkan anak maupun berinteraksi dengan penderita campak. Apalagi jika anak belu mendapatkan imunisasi campak.

Komplikasi Campak

Meskipun penyakit campak nanti bisa sembuh dengan sendirinya, namun ada beberapa kondisi yang menyebabkan komplikasi pada penyakit campak. Meskipun penderita komplikasi campak dapat dikatakan cukup sedikit, namun tetap saja sangat berbahaya dan patut diwaspadai. Contoh-contoh komplikasi campak yang dapat terjadi adalah:

Bronchitis
Rada telinga
Infeksi paru-paru atau pneumonia
Infeksi otak

Adapun kelompok orang yang bisa beresiko mengalami komplikasi campak adalah:
Bayi dengan usia di bawah 1 tahun
Anak-anak yang memiliki kondisi kesehatan buruk
Sistem kekebalan tubuh yang lemah
Memiliki penyakit kronis

Nah itu tadi penjelasan tentang Campak vs Tampek yang perlu dipahami. Ingat campak tak hanya bisa menyerang anak namun juga bisa menyerang orang dewasa. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda.

0 komentar